Dikte.id | Langit pagi itu bersih, biru seperti hamparan sutra. Angin bertiup pelan, membawa aroma bunga melati dan taburan bedak pengantin yang memenuhi udara rumah Arini. Hari ini, Arini akan menikah. Setelah bertahun-tahun menyimpan rasa yang tumbuh sejak remaja, ia dan Reza akan mengikat janji suci.
Di dalam kamar pengantin yang berhias lembut warna putih dan emas, Arini duduk di depan cermin. Kebaya putih yang membalut tubuhnya menjadikannya seperti bidadari yang turun ke bumi. Sang ibu, Bu Narti, sibuk membenarkan kerudung dan menyelipkan bunga melati di sanggul sang putri.
“Cantik sekali anak Ibu…” bisiknya pelan, menahan haru.
Arini tersenyum, memandangi bayangan dirinya di cermin. “Bu… Arini deg-degan. Tangan dingin, dada sesak…”
“Itu wajar, Nak. Semua pengantin pasti merasakannya. Sebentar lagi selesai semua. Kamu dan Reza akan sah.”
Arini mengangguk. Matanya berkaca-kaca, namun senyumnya tak pudar.






















