Ijab yang Tertunda

- Jurnalis

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dikte.id | Langit pagi itu bersih, biru seperti hamparan sutra. Angin bertiup pelan, membawa aroma bunga melati dan taburan bedak pengantin yang memenuhi udara rumah Arini. Hari ini, Arini akan menikah. Setelah bertahun-tahun menyimpan rasa yang tumbuh sejak remaja, ia dan Reza akan mengikat janji suci.

Di dalam kamar pengantin yang berhias lembut warna putih dan emas, Arini duduk di depan cermin. Kebaya putih yang membalut tubuhnya menjadikannya seperti bidadari yang turun ke bumi. Sang ibu, Bu Narti, sibuk membenarkan kerudung dan menyelipkan bunga melati di sanggul sang putri.

“Cantik sekali anak Ibu…” bisiknya pelan, menahan haru.

Arini tersenyum, memandangi bayangan dirinya di cermin. “Bu… Arini deg-degan. Tangan dingin, dada sesak…”

“Itu wajar, Nak. Semua pengantin pasti merasakannya. Sebentar lagi selesai semua. Kamu dan Reza akan sah.”

Arini mengangguk. Matanya berkaca-kaca, namun senyumnya tak pudar.

Berita Terkait

Cinta di Balik Lembaran Koran 
Menanti Hadir Sang Buah Hati
Janda Muda Dinikahi Polisi
Pulang Berbadan Dua
Pulang Tanpa Suara

Berita Terkait

Senin, 26 Mei 2025 - 15:41 WIB

Cinta di Balik Lembaran Koran 

Minggu, 18 Mei 2025 - 22:08 WIB

Menanti Hadir Sang Buah Hati

Sabtu, 17 Mei 2025 - 20:27 WIB

Ijab yang Tertunda

Selasa, 13 Mei 2025 - 19:58 WIB

Janda Muda Dinikahi Polisi

Senin, 12 Mei 2025 - 20:42 WIB

Pulang Berbadan Dua

Berita Terbaru

OPINI

Tokoh Sunda Yang Layak Menjadi Pahlawan Nasional

Rabu, 31 Des 2025 - 17:43 WIB