Bandung, Dikte.id | Pasca Bupati Bandung, Dadang Supriatna, melantik 309 kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Bandung. Yang digelar di Gedung Moch. Toha, Komplek Pemda Soreang, beberapa waktu lalu.
Bupati Dadang yang akrab disapa Kang DS mengatakan pelantikan ini dilakukan lebih cepat karena banyak sekolah yang mengalami kekosongan kepala sekolah. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu proses belajar mengajar.
“Kami mempercepat pelantikan karena banyak sekolah yang mengalami kekosongan kepala sekolah. Jangan sampai kegiatan pembelajaran terganggu,” kata Kang DS.
Pemkab Bandung sebelumnya mengusulkan hampir 500 calon kepala sekolah kepada Kementerian PAN-RB, BKN, dan Kemendagri. Namun baru 309 orang yang telah memperoleh persetujuan dan dapat dilantik. Sisanya masih menunggu penyelesaian administrasi di tingkat kementerian, Jalas Kang DS.
Selain itu Kang DS mrngatakan pentingnya keteladanan dan kedisiplinan bagi para kepala sekolah. Ia meminta kepala sekolah dan guru hadir di sekolah mulai pukul 06.30 WIB.
Di samping itu Kang DS, meminta kepala sekolah aktif menyukseskan berbagai program pendidikan, termasuk program BKN. Kepala sekolah diminta terus berkomunikasi dengan pengawas sekolah, SPBG, dan pihak terkait lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk mengisi kekosongan jabatan yang cukup banyak.
“Alhamdulillah, Pak Bupati telah melantik 309 kepala sekolah. Ini kebijakan strategis karena memang banyak posisi yang kosong dan harus segera terisi,” ujar Asep.
Ia menjelaskan bahwa proses administrasi sudah dilakukan bersama Kemendikdasmen, MENPAN, hingga BKN. Namun beberapa jabatan masih menunggu persetujuan teknis sehingga belum dapat dilantik.
Asep mengatakan, kepala sekolah yang baru dilantik kini memikul dua tugas pokok: sebagai pemimpin pembelajaran dan sebagai manajer satuan pendidikan. Kedua peran itu harus dijalankan secara optimal.
“Perencanaan pendidikan harus matang. Kepala sekolah juga harus memahami aturan dana BOS, revitalisasi, dan lainnya. Kalau aturan dijalankan dengan baik, program akan berjalan lancar,” tuturnya.
Asep mengungkapkan, pelantikan ini juga bertujuan mengurangi sekolah yang sebelumnya dikelola satu kepala sekolah untuk dua lembaga. Meski begitu, masih ada beberapa posisi yang akan segera diisi setelah proses administrasi selesai.
” Ironis bukan kenyataanya dilapangan hingga saat ini sekolah sekolah Paporit di kabupaten Bandung, masih dipegang oleh satu orang kepala Sekolah SMP dan entah sampai kapan itu akan berjalan,? “.
Bupati Dadang menyimpulkan bahwa pelantikan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kepemimpinan sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bandung.
Proses administrasi di Kementrian Pendidikan menjadi alasan terjadinya kekosongan kepala Sekolah Paporit di Kabupaten Bandung, dan ini tidak dapat dibiarkan, Langkah tegas Dinas Pendidikan serta Pemerintah Kabupaten Bandung harus secepatnya terlihat oleh Publik. ***






















