BANDUNG,
- Pemerintah Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk mendukung penanganan persoalan infrastruktur dan banjir di kawasan Jalan Kopo Dengdek atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jalan Jadek, Kecamatan Margahayu, serta wilayah sekitarnya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam kegiatan Siraman Rohani Awal Bulan November di Gedung Mohammad Toha, Soreang, Senin (2/11/2026).
Menurut KDS, anggaran tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah dilakukan bersama Gubernur Jawa Barat guna mempercepat penyelesaian persoalan banjir dan infrastruktur di kawasan tersebut.
"Di Jadek, Margahayu, hujan satu jam saja sudah banjir. Kemarin sudah kita lakukan komunikasi dengan Pak Gubernur, dan alhamdulillah dianggarkan Rp2 miliar untuk penyelesaian Jadek dan sekitarnya," ungkap KDS.
Kawasan Jalan Raya Kopo-Sayati, khususnya ruas Jalan Jadek, selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Kecamatan Margahayu. Genangan air yang muncul saat hujan deras kerap menghambat aktivitas masyarakat dan menyebabkan terganggunya arus lalu lintas.
Bahkan, pada 29 September 2026, banjir di ruas Jalan Kopo-Sayati mengakibatkan akses kendaraan menuju arah Soreang lumpuh. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai sekitar satu meter sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.
Upaya penanganan kawasan rawan banjir tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada 12 Oktober 2026, Gubernur Jawa Barat bersama Bupati Bandung dan jajaran terkait juga telah meninjau sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Margahayu.
Dalam pembahasan penanganan jangka panjang, salah satu solusi yang menjadi perhatian adalah pembangunan Banjir Kanal Cikahiyangan dengan panjang kurang lebih satu kilometer. Selain itu, normalisasi sungai, pembenahan saluran drainase, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir juga menjadi bagian dari rencana penanganan.
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan. Pada 30 Oktober 2026, jajaran Lanud Sulaiman bersama Camat Margahayu kembali melakukan peninjauan ke kawasan Jalan Raya Jadek untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memperkuat sinergi dalam mengatasi persoalan banjir.
Beberapa langkah yang menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut antara lain normalisasi aliran sungai, perbaikan tanggul, pemeliharaan drainase, serta pengangkutan sampah yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air.
KDS berharap alokasi anggaran Rp2 miliar tersebut dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam mempercepat penanganan persoalan di kawasan Jadek dan sekitarnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan seluruh instansi terkait agar upaya penanganan dapat berjalan optimal.
Melalui koordinasi dan penanganan yang berkelanjutan, persoalan banjir di kawasan Jalan Kopo-Sayati diharapkan dapat diminimalkan, sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu dan kelancaran arus lalu lintas menuju kawasan Soreang dapat terjaga.***