02
SEPTEMBER 2026 17:22 WIB
BANDUNG 38 Kali Dilihat

Kolaborasi Bapenda-BJB Berbuah Kemajuan, Digitalisasi Pajak Dorong PAD Kabupaten Bandung

Hamdan

Hamdan

Pewarta

Kolaborasi Bapenda-BJB Berbuah Kemajuan, Digitalisasi Pajak Dorong PAD Kabupaten Bandung

BANDUNG, Logo | Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung terus menunjukkan langkah progresif dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi berbasis teknologi digital. Bekerja sama dengan Bank BJB selaku bank persepsi, Bapenda kini memperkenalkan Split Payment sebagai salah satu terobosan untuk memperkuat sistem pembayaran dan pengawasan pajak daerah.

Kehadiran Split Payment menjadi bagian dari transformasi pengelolaan pajak daerah agar semakin cepat, efektif, transparan, dan akuntabel. Inovasi tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan Bank BJB dalam mendorong peningkatan penerimaan daerah.

Sekretaris Bapenda Kabupaten Bandung, Ferdie Bariansyah, yang mewakili Tatang Kusnawan, S.E., M.IP, selalu Kepala Bapenda dalam kunjungan Bupati Bandung, mengatakan Split Payment merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan BJB untuk mendukung optimalisasi pendapatan daerah.

"Ini terkait dengan ekspos aplikasi yang dibuat oleh BJB selaku bank persepsi, berkaitan dengan optimalisasi pendapatan. Salah satunya melalui pengenalan aplikasi Split Payment," ujar Ferdie usai kegiatan expo Bupati Bandung, Selasa 1 September 2026.

Menurutnya, aplikasi tersebut memberikan kemudahan sekaligus membantu memastikan transaksi yang memiliki kewajiban pajak daerah dapat tercatat dengan lebih baik. Sistem ini salah satunya dapat diterapkan pada sektor usaha seperti hotel.

Melalui sistem tersebut, transaksi konsumen dapat dipisahkan secara otomatis sehingga nilai yang menjadi kewajiban pajak daerah dapat dibedakan dengan pendapatan yang menjadi hak pelaku usaha.

"Ketika konsumen melakukan pembelian kepada wajib pajak atau menginap di hotel, aplikasi ini bisa melakukan pemisahan mana yang untuk pajak dan mana yang menjadi pendapatan si pemilik usaha," jelasnya.

Pemanfaatan teknologi ini dinilai menjadi langkah maju dalam membangun tata kelola perpajakan daerah yang semakin modern. Bapenda tidak hanya berupaya meningkatkan penerimaan, tetapi juga menghadirkan sistem yang memberikan kepastian dan transparansi dalam proses transaksi pajak.

Langkah tersebut berjalan beriringan dengan capaian PAD Kabupaten Bandung yang terus digenjot. Hingga 30 Agustus 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp752 miliar atau 58,61 persen dari target sekitar Rp1,2 triliun.

Capaian tersebut menjadi gambaran dari kerja keras Bapenda dalam menggali dan mengoptimalkan berbagai potensi pendapatan daerah. Dengan dukungan digitalisasi serta peningkatan kepatuhan wajib pajak, Bapenda optimistis target PAD hingga akhir tahun dapat terus dikejar.

"Kami berharap target ini bisa tercapai. Kami mohon dukungan dan doa dari rekan-rekan media maupun masyarakat Kabupaten Bandung agar semakin patuh dalam pembayaran pajak, sehingga pembangunan yang berkelanjutan dapat terus diwujudkan," katanya.

Ferdie menegaskan, optimalisasi PAD tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Karena itu, Bapenda terus mendorong pendekatan yang lebih persuasif kepada para wajib pajak.

"Memang harus ada peningkatan secara persuasif dari Bapenda terhadap wajib pajak agar lebih patuh dan semakin sadar akan kewajibannya," tegasnya.

Sinergi Bapenda Kabupaten Bandung dan Bank BJB melalui Split Payment menjadi salah satu langkah strategis menuju pengelolaan pajak daerah yang semakin modern. Dengan memadukan inovasi teknologi, pelayanan, pengawasan, dan peningkatan kepatuhan wajib pajak, Bapenda terus berupaya memperkuat PAD sebagai salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bandung, pungkas Ferdie.**

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!