Bandung,
| Permasalahan penahanan sampah di kawasan perbatasan Kampung Pada Awas RW 16 dan Kampung Kebon Kai RW 19, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, kembali menjadi sorotan. Aroma busuk yang menyengat dari lokasi pengepulan sampah membuat warga resah dan khawatir akan ancaman penyakit yang mengintai.
Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi lokasi tersebut, pemandangan gunungan sampah dan bau menyengat bukan lagi hal baru. Kondisi itu dinilai tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan warga apabila terus dibiarkan tanpa penanganan yang cepat dan serius.
"Saat lewat saja baunya sangat menyengat. Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, kami khawatir akan menimbulkan berbagai penyakit, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi," ungkap salah seorang warga.
Menurut warga, persoalan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Mereka berharap ada tindakan nyata agar lokasi tersebut tidak terus menjadi sumber pencemaran lingkungan.
Menanggapi keluhan itu, Camat Pangalengan Vena Andriawan, S.STP., M.Si. menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.
"Kami akan menindaklanjuti persoalan ini. Jika penanganannya belum dapat diselesaikan, pihak kecamatan siap turun langsung ke lapangan bersama Jajaran Kepolisian dan TNI untuk memastikan masalah ini segera ditangani," tegas Vena kepada Bandungraya.Net, Selasa 21 Juni 2026.
Persoalan sampah bukan sekadar soal kebersihan. Ketika tumpukan sampah mulai mengeluarkan bau menyengat dan mengganggu masyarakat, maka yang dipertaruhkan adalah kualitas lingkungan serta kesehatan warga. Masyarakat kini menunggu langkah nyata di lapangan, bukan sekadar janji, agar kawasan tersebut tidak terus menjadi titik pencemaran yang meresahkan.*