31
JANUARI 2026 12:04 WIB
REGIONAL 55 Kali Dilihat

Pagelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan Dihadiri Delegasi Kedutaan Besar Kuwait

Gani

Gani

Pewarta

Pagelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan Dihadiri Delegasi Kedutaan Besar Kuwait

Sumedang, Dikte.id | Beragam penampilan seni tradisional khas Sumedang sukses memukau para investor dan delegasi Kedutaan Besar Negara Kuwait yang datang ke Sumedang.

Dalam kesempatan tersebut, ditampilkan beragam seni tradisi khas Kasumedangan, diantaranya Tarian Tarawangsa, Tarian Wayang, atraksi pencak silat, alunan genggong, serta lantunan pupuh yang sarat dengan nilai filosofi budaya Sunda.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menerima langsung kunjungan investor serta delegasi Kedutaan Besar Negara Kuwait yang dipimpin Mayor Jenderal Hussein di Gheoteater Rancakalong, Sabtu 31 Januari 2026.

Mayor Jenderal Hussein menyatakan apresiasinya atas kesempatan bisa menyaksikan langsung kekayaan budaya dan adat tradisi yang ditampilkan masyarakat Sumedang.

Menurutnya, budaya yang ditampilkan sangat indah dan mencerminkan nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat.

Ia menuturkan bahwa kunjungannya ke Indonesia bukanlah yang pertama. Namun, kunjungan ke Kabupaten Sumedang memberikan kesan yang luar biasa dan berbeda.

“Ini bukan pertama kalinya saya berkunjung ke Indonesia, tetapi kunjungan ke Sumedang menjadi pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya,” ungkapnya.

“Hari ini kami melihat langsung bahwa masyarakat Indonesia, khususnya Sumedang, sangat ramah, terbuka, dan menyambut orang asing dengan penuh kehangatan. Kami siap untuk menjalin kerja sama,” ujarnya.

Hussein juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Sumedang Dony dan seluruh masyarakat Sumedang atas penerimaanya di Sunedang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dony dan masyarakat Sumedang yang telah menyambut saya dengan sangat baik,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Dony menjelaskan Gheoteater Rancakalong merupakan ruang ekspresi budaya yang dibangun untuk menjaga, merawat, dan menampilkan kekayaan seni tradisi Sumedang agar tetap hidup dan dikenal luas.

“Gheoteater ini kami hadirkan sebagai wadah pelestarian seni dan budaya lokal. Di sinilah identitas Sumedang kami rawat, sekaligus kami perkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk tamu dari mancanegara,” terang dia.

Dony pun berharap, kunjungan ini dapat menjadi awal terjalinnya kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.

“Semoga pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga berlanjut pada kerja sama. Sumedang siap berkolaborasi dan menyambut peluang kerja sama dengan harapan memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Sumedang ke depan,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!