04
APRIL 2026 06:44 WIB
ORGANISASI 32 Kali Dilihat

Mosi Integral Natsir: Fondasi Persatuan NKRI yang Tetap Relevan

Dadang

Dadang

Pewarta

 Mosi Integral Natsir: Fondasi Persatuan NKRI yang Tetap Relevan

GARUT, (BR-NET) - Pada 3 April 1950, Mohammad Natsir, Perdana Menteri pertama NKRI, tokoh utama Partai Masyumi, sekaligus kader Persatuan Islam, mengajukan Mosi Integral dalam sidang parlemen. Gagasan tersebut tidak hanya menjadi dokumen politik, tetapi juga sebuah manifesto persatuan yang menegaskan keutuhan wilayah NKRI dari Sabang sampai Merauke.

Wakil Ketua PD HIMA PERSIS Garut, Usamah Husnun Daudi, menyampaikan bahwa tanpa visi Natsir yang memadukan nasionalisme konstitusional dengan nilai-nilai Islam yang inklusif, Indonesia berpotensi terpecah akibat gerakan separatis Republik Indonesia Serikat (RIS) dan konflik internal pasca Proklamasi 1945.

"Semangat Mosi Integral mencerminkan komitmen kuat: satu nusa, satu bangsa, satu tanah air, yang menjadi fondasi Pancasila dan UUD 1945," ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menambahkan, secara ideologis Mosi Integral merupakan perpaduan antara semangat nasionalisme dan nilai-nilai Islam moderat yang selaras dengan konsensus konstitusional Indonesia.

Menurutnya, dalam konteks kekinian, semangat tersebut tetap relevan untuk menghadapi fragmentasi sosial-ekonomi, terutama ketimpangan kesejahteraan yang masih dirasakan di berbagai daerah.

"Ketidakmampuan menghadirkan kesejahteraan yang merata justru menegaskan pentingnya peringatan ini sebagai pengingat akan komitmen persatuan," katanya.

Lebih lanjut, ia menilai penetapan 3 April sebagai Hari Peringatan Mosi Integral Nasional bukan sekadar simbol, melainkan sebuah kebutuhan historis untuk memperkuat narasi kebangsaan.

"Tanggal ini mengabadikan peran Natsir dan para tokoh lainnya sebagai arsitek NKRI, mendorong refleksi kolektif atas warisan mereka, serta memastikan semangat integralisme tetap menjadi pedoman dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan domestik saat ini," ungkapnya.

Usamah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan Islam, partai politik, dan berbagai elemen lainnya untuk mendorong pemerintah menetapkan 3 April sebagai Hari Peringatan Mosi Integral Nasional.

"Upaya ini dapat diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, seperti peringatan rutin, kampanye pembangunan daerah, serta pendidikan integralisme bagi generasi muda. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih adil, makmur, dan solid secara nasional," pungkasnya. ***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!