07
SEPTEMBER 2026 15:55 WIB
BANDUNG 18 Kali Dilihat

Bapenda Bandung Tancap Gas Perkuat PAD, Inovasi Split Payment Bersama BJB Jadi Terobosan Digital

Heri

Heri

Pewarta

Bapenda Bandung Tancap Gas Perkuat PAD, Inovasi Split Payment Bersama BJB Jadi Terobosan Digital

Bandung, Logo - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung terus menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di tengah tuntutan peningkatan penerimaan sekaligus pelayanan yang semakin transparan, Bapenda mendorong transformasi pengelolaan pajak daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.

Salah satu terobosan tersebut dilakukan melalui sinergi bersama Bank BJB selaku bank persepsi dengan menghadirkan Split Payment. Inovasi ini menjadi bagian dari langkah Bapenda untuk membangun sistem transaksi perpajakan yang lebih tertib, transparan, mudah dipantau, sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan daerah.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa strategi Bapenda dalam meningkatkan PAD tidak hanya mengandalkan pola konvensional, tetapi mulai diarahkan pada sistem digital yang mampu mengikuti perkembangan transaksi dunia usaha.

Sekretaris Bapenda Kabupaten Bandung, Ferdie Bariansyah, yang mewakili Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Tatang Kusnawan, S.E., M.IP, mengatakan inovasi yang dikembangkan Bank BJB tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan pendapatan daerah.

"Ini terkait dengan ekspos aplikasi yang dibuat oleh BJB selaku bank persepsi, berkaitan dengan optimalisasi pendapatan. Salah satunya melalui pengenalan aplikasi Split Payment," ujar Ferdie usai kegiatan expo Bupati Bandung, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Ferdie, Split Payment memberikan pendekatan baru dalam pengelolaan transaksi yang memiliki kewajiban pajak daerah. Sistem tersebut memungkinkan komponen transaksi yang menjadi kewajiban pajak dipisahkan dari pendapatan yang menjadi hak pelaku usaha.

Salah satu penerapannya dapat dilakukan pada sektor perhotelan.

"Ketika konsumen melakukan pembelian kepada wajib pajak atau menginap di hotel, aplikasi ini bisa melakukan pemisahan mana yang untuk pajak dan mana yang menjadi pendapatan si pemilik usaha," jelasnya.

Dengan pola tersebut, pengelolaan transaksi diharapkan menjadi lebih terstruktur. Di sisi lain, pemerintah daerah juga memperoleh dukungan sistem yang dapat membantu meningkatkan transparansi dalam proses pencatatan transaksi perpajakan.

Bagi Bapenda Kabupaten Bandung, digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjawab tantangan pengelolaan PAD yang semakin kompleks. Teknologi tidak hanya dimanfaatkan untuk memberikan kemudahan pembayaran, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pengawasan dan membangun kepatuhan wajib pajak.

Upaya tersebut berjalan seiring dengan capaian penerimaan PAD Kabupaten Bandung. Hingga 30 Agustus 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp752 miliar atau 58,61 persen dari target sekitar Rp1,2 triliun.

Angka tersebut menjadi bagian dari gambaran kerja Bapenda dalam menggali berbagai potensi pendapatan daerah. Dengan waktu yang masih tersedia hingga akhir tahun, optimalisasi penerimaan terus didorong melalui peningkatan pelayanan, pengawasan, digitalisasi, serta pendekatan kepada para wajib pajak.

Ferdie optimistis target PAD yang telah ditetapkan dapat terus dikejar dengan dukungan seluruh pihak.

"Kami berharap target ini bisa tercapai. Kami mohon dukungan dan doa dari rekan-rekan media maupun masyarakat Kabupaten Bandung agar semakin patuh dalam pembayaran pajak, sehingga pembangunan yang berkelanjutan dapat terus diwujudkan," katanya.

Menurut Ferdie, keberhasilan meningkatkan PAD tidak hanya ditentukan oleh sistem teknologi yang digunakan pemerintah. Faktor kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan juga memiliki peranan penting.

Karena itu, Bapenda terus mengedepankan pendekatan persuasif dengan membangun komunikasi dan kesadaran wajib pajak.

"Memang harus ada peningkatan secara persuasif dari Bapenda terhadap wajib pajak agar lebih patuh dan semakin sadar akan kewajibannya," tegasnya.

Sinergi dengan Bank BJB melalui Split Payment sekaligus memperlihatkan arah baru Bapenda Kabupaten Bandung dalam mengelola sumber-sumber pendapatan daerah. Inovasi, pelayanan, pengawasan, dan edukasi kepada wajib pajak dipadukan menjadi satu strategi untuk memperkuat PAD.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan penerimaan, tetapi juga menciptakan ekosistem perpajakan daerah yang semakin modern, transparan, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Bapenda Kabupaten Bandung terus menempatkan penguatan PAD sebagai bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan daerah. Split Payment bersama Bank BJB pun menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan pengelolaan pendapatan daerah yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. ***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!