10
OKTOBER 2026 17:59 WIB
REGIONAL 14 Kali Dilihat

Bupati Belajar dari Ketua RT yang Mendunia, Command Center hingga Pengelolaan Sampah 

Gani

Gani

Pewarta

Bupati Belajar dari Ketua RT yang Mendunia, Command Center hingga Pengelolaan Sampah 

Sumedang, Logo - Dari sebuah lingkungan rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur, Taufiq Supriadi Yusuf membuktikan bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi gerakan nyata untuk menjaga bumi. Pengalamannya menginspirasi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan digital dan pengelolaan sampah terpadu.

Hal tersebut terlihat saat Bupati Dony menerima kunjungan Taufiq, Ketua RT 08/RW 04, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, di Pusat Pemerintahan  Sumedang, Sabtu (10/10/2026).

Kunjungan diawali dengan melihat Command Center Pemkab Sumedang, kemudian dilanjutkan dengan meninjau pengolahan sampah di area belakang PPS. Keduanya melihat langsung proses pengolahan sampah organik menjadi kompos dan maggot yang dimanfaatkan sebagai pakan ikan di kolam pada saluran air belakang PPS.

Dony menyebut Taufiq sebagai sosok istimewa yang kiprahnya telah dikenal hingga tingkat internasional. Baginya, pengalaman Taufiq menjadi sumber inspirasi dalam membangun pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

"Saya bersyukur hari ini kedatangan tamu istimewa, luar biasa, namanya Pak Taufiq. Ketua RT dari Malaka Jaya, Jakarta Timur. Beliau adalah ketua RT yang mendunia," ujarnya.

Ia mengungkapkan, salah satu inspirasi dari inovasi Taufiq adalah pemanfaatan saluran air menjadi kolam ikan. Gagasan tersebut turut mendorong pengembangan pengelolaan lingkungan di Sumedang agar sampah tidak sekadar dibuang, tetapi dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.

Selain pengelolaan sampah, Dony juga memperkenalkan Command Center sebagai pusat data dan informasi pemerintahan. Melalui sistem digital tersebut, berbagai sektor dapat dipantau untuk mendukung pengambilan keputusan, mulai dari realisasi APBD, pendapatan dan belanja daerah, kondisi infrastruktur, layanan kesehatan, hingga pelaksanaan program pemerintah.

"Ini big data kami sebagai referensi untuk membuat keputusan. Prinsipnya, good data, good decision, good result. Data yang baik menghasilkan keputusan yang baik dan hasil yang baik," katanya.

Menurut Dony, keterbukaan informasi dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, responsif, dan akuntabel. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat memantau pelaksanaan program sekaligus menentukan prioritas pembangunan secara lebih tepat.

Saat meninjau tempat pengolahan sampah, Taufiq mengapresiasi upaya Pemkab Sumedang dalam mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.

"Ini keren banget. Memanfaatkan sampah organik untuk kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini berarti kita ikut menjaga bumi, karena keanekaragaman hayati tetap terjaga," ungkap Taufiq.

Ia menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman, sedangkan maggot bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan.

Pendekatan ini, kata dia, menciptakan siklus pemanfaatan sumber daya yang membantu mengurangi sampah sekaligus mendukung kehidupan tanaman dan hewan.

Taufiq menilai, tantangan lingkungan yang dihadapi Jakarta dan Sumedang pada dasarnya sama, mulai dari perubahan iklim, polusi udara, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati.

Karena itu, menjaga bumi harus dimulai dari lingkungan terdekat. Pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi langkah konkret yang dapat dilakukan bersama oleh pemerintah dan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui pembagian tugas yang jelas, standar operasional prosedur, dan keterlibatan warga agar inovasi lingkungan tidak berhenti di tengah jalan.

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!