26
MARET 2026 10:21 WIB
REGIONAL 14 Kali Dilihat

Dari Keterbatasan Menuju Kekuatan: Kisah Ibu Irma Menggerakkan Harapan

Dadang

Dadang

Penulis

Dari Keterbatasan Menuju Kekuatan: Kisah Ibu Irma Menggerakkan Harapan

GARUT, Dikte.id | Keterbatasan fisik kerap dipandang sebagai penghalang, namun hal itu tidak berlaku bagi Ibu Irma. Sebagai nasabah PNM Mekaar di Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, ia membuktikan bahwa kondisi tersebut bukan akhir dari perjuangan. Sebagai penyandang disabilitas, Ibu Irma justru menjadikan keterbatasan sebagai dorongan untuk terus maju, berkarya, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Komitmen PNM dalam memberdayakan perempuan prasejahtera tanpa diskriminasi telah membuka kesempatan bagi Ibu Irma untuk mengembangkan potensi diri. Tidak hanya itu, ia juga aktif membagikan pengetahuan serta semangat kepada sesama penyandang disabilitas di sekitarnya. Upaya ini sejalan dengan semangat inklusi dan pemberdayaan ekonomi yang lebih luas.

Perjalanan yang dilalui tentu tidak mudah. Meski begitu, Ibu Irma tetap menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa.

"Walaupun memiliki banyak keterbatasan, kita harus tetap kuat dan setara dengan yang lain. Jangan mengharapkan belas kasihan, tapi harus semangat berusaha, mandiri, dan tidak bergantung. Jangan hanya diam di rumah tanpa percaya diri. Kita harus saling membantu dan memiliki tekad kuat. Kita buktikan bahwa kita mampu, meski sering mengalami pengucilan," ungkap Ibu Irma, menggambarkan tekadnya untuk mengubah stigma sekaligus membuka peluang bagi penyandang disabilitas agar lebih produktif.

Dampak positif dari pendampingan yang dilakukan Ibu Irma turut dirasakan oleh salah satu penyandang disabilitas di lingkungannya.

"Saya sangat senang dan merasa diperhatikan oleh Bu Irma, sehingga saya merasa lebih berarti," ujar Iis.

Hal ini menjadi bukti bahwa peran Ibu Irma tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga memberikan dukungan psikososial yang penting bagi komunitas disabilitas setempat.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan Ibu Irma mencerminkan komitmen PNM Mekaar dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Upaya yang dilakukan Ibu Irma merupakan bukti nyata komitmen PNM dalam membuka akses yang setara bagi perempuan prasejahtera untuk berkembang secara ekonomi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menginspirasi komunitasnya. Kisah ini menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga meluas menjadi manfaat sosial bagi lingkungan," jelas Dodot.

Ia menambahkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pendampingan usaha, pelatihan, dan akses pembiayaan merupakan bagian dari strategi PNM. Hal ini bertujuan agar setiap perempuan prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, sejalan dengan semangat Tumbuh, Peduli, dan Menginspirasi.

Kisah Ibu Irma menjadi gambaran nyata bahwa pemberdayaan ekonomi mampu memperkuat kehidupan individu sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Dampaknya pun tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga memberikan makna yang lebih besar bagi lingkungan sekitarnya. ***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!