02
NOVEMBER 2026 16:38 WIB
PENDIDIKAN 36 Kali Dilihat

Dari Ruang Kelas ke Gedung Parlemen, 106 Siswa SMP PCI Belajar Demokrasi secara Langsung

Asep Awing

Asep Awing

Pewarta

Dari Ruang Kelas ke Gedung Parlemen, 106 Siswa SMP PCI Belajar Demokrasi secara Langsung

Logo | Sebanyak 106 siswa kelas VII SMP Prima Cendekia Islami (PCI) Baleendah Kabupaten Bandung beserta 7 guru pendamping  mengunjungi kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI di Senayan, Jakarta, Senin (2/11/2026). Kunjungan edukatif ini menjadi bagian dari program tahunan Rihlah Ilmiah SMP PCI yang bertujuan memperluas wawasan kebangsaan, memperkuat pendidikan karakter, serta memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai sistem demokrasi dan lembaga ketatanegaraan Indonesia.

Rombongan siswa SMP PCI diterima oleh jajaran Sekretariat DPD RI. Dalam kunjungan tersebut, para siswa memperoleh kesempatan mengenal lebih dekat tugas, fungsi, dan kedudukan lembaga perwakilan rakyat dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai peran lembaga legislatif, para siswa juga diajak mengunjungi Museum MPR/DPR RI yang menyimpan berbagai dokumentasi dan koleksi bersejarah mengenai perjalanan demokrasi serta perkembangan lembaga perwakilan rakyat Indonesia.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi para siswa adalah kesempatan memasuki ruang sidang paripurna di kompleks parlemen RI. Ruangan yang selama ini hanya mereka saksikan melalui televisi dan pemberitaan nasional kini dapat dilihat secara langsung.

Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna karena para siswa dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas dengan praktik penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wakil Kepala Sekolah SMP Prima Cendekia Islami Bandung, Abhelia Permatasari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ke kompleks parlemen RI merupakan bagian penting dari implementasi pembelajaran kontekstual yang dikembangkan sekolah.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berlangsung di dalam kelas. Peserta didik perlu mendapatkan pengalaman langsung untuk memahami berbagai pengetahuan yang selama ini dipelajari melalui buku pelajaran.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal MPR, DPR, dan DPD RI sebagai nama lembaga negara yang tertulis dalam buku pelajaran. Melalui kunjungan ini, mereka dapat menyaksikan secara langsung tempat berlangsungnya proses demokrasi dan memahami bagaimana aspirasi masyarakat diperjuangkan melalui lembaga perwakilan. Pengalaman seperti ini tentu akan lebih membekas dalam ingatan mereka," ujar Abhelia.

Ia menambahkan bahwa program Rihlah Ilmiah merupakan agenda rutin tahunan bagi siswa kelas VII SMP PCI yang dirancang untuk mengintegrasikan penguatan pengetahuan, pembentukan karakter, serta pengembangan keterampilan sosial.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga demokrasi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami ingin siswa SMP PCI tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa," tambahnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami, Prof. Dr. Dadan Wildan, M. Hum., memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Rihlah Ilmiah yang secara konsisten menjadi bagian dari program pendidikan SMP PCI.

Menurutnya, kunjungan ke lembaga-lembaga negara merupakan sarana strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai demokrasi, konstitusi, kepemimpinan, dan tanggung jawab kebangsaan kepada generasi muda sejak usia sekolah.

"Pendidikan yang baik harus mampu mempertemukan pengetahuan dengan pengalaman nyata. Ketika para siswa datang ke gedung parlemen, mereka tidak sekadar melakukan kunjungan wisata pendidikan, tetapi sedang belajar memahami bagaimana negara ini dibangun, bagaimana demokrasi dijalankan, dan bagaimana kepentingan rakyat diperjuangkan melalui lembaga-lembaga negara," ungkap Dadan Wildan.

Ia menegaskan bahwa SMP Prima Cendekia Islami memiliki komitmen untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter keislaman yang kuat, wawasan kebangsaan yang luas, serta jiwa kepemimpinan.

"Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa mereka adalah calon pemimpin masa depan. Boleh jadi, di antara 106 siswa yang hari ini mengunjungi gedung parlemen, kelak ada yang menjadi anggota DPR, anggota DPD, menteri, bahkan presiden. Karena itu, sejak dini mereka harus memiliki mimpi besar, integritas, kecintaan kepada bangsa, dan kesadaran bahwa kepemimpinan adalah amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Dadan Wildan menyampaikan bahwa nilai-nilai keislaman dan kebangsaan harus berjalan beriringan dalam proses pendidikan.

"Menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan mencintai Indonesia merupakan bagian dari cita-cita pendidikan di Prima Cendekia Islami. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman bahwa menjadi warga negara yang baik juga berarti menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, musyawarah, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat," tambahnya.

Sekretariat DPD RI Sambut Positif Kunjungan Pelajar

Sementara itu, perwakilan Sekretariat DPD RI yang menerima rombongan SMP Prima Cendekia Islami menyambut positif kunjungan para siswa sebagai bagian dari upaya mengenalkan lembaga negara dan pendidikan demokrasi kepada generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Sekretariat DPD RI memberikan penjelasan mengenai kedudukan dan fungsi Dewan Perwakilan Daerah sebagai lembaga negara yang mewakili kepentingan daerah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

"Kami menyambut baik kunjungan para siswa SMP Prima Cendekia Islami Bandung. Gedung parlemen bukan hanya tempat berlangsungnya kegiatan para wakil rakyat, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, termasuk para pelajar, untuk mengenal demokrasi dan sistem ketatanegaraan Indonesia," demikian pernyataan yang disiapkan untuk perwakilan Sekretariat DPD RI.

Melalui kunjungan tersebut, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi, menghargai perbedaan pendapat, serta mengembangkan semangat musyawarah dalam mengambil keputusan.

Rihlah Ilmiah, Mengintegrasikan Wawasan Kebangsaan, Keilmuan, dan Spiritual

Kunjungan ke kompleks MPR/DPR/DPD RI merupakan agenda utama pada hari pertama pelaksanaan Rihlah Ilmiah SMP PCI di Jakarta, 2-3 November 2026.

Setelah mengunjungi kompleks parlemen, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan edukatif menuju Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk memperkuat budaya literasi dan mengenal salah satu pusat pengetahuan terbesar di Tanah Air.

Rangkaian kegiatan hari pertama kemudian diakhiri dengan kegiatan mengaji dan salat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mengintegrasikan pengembangan intelektual, wawasan kebangsaan, dan pembinaan spiritual peserta didik.

Sementara itu, pada hari kedua, Selasa (3/11/2026), para siswa dijadwalkan melakukan kunjungan khusus ke Istana Presiden di Jakarta dan melanjutkan kegiatan pembelajaran mengenai kehidupan serta keanekaragaman hayati laut di Sea World Ancol.

Melalui rangkaian Rihlah Ilmiah ini, SMP Prima Cendekia Islami Bandung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, pengembangan wawasan kebangsaan, dan penumbuhan cita-cita besar bagi masa depan peserta didik.

Kunjungan 106 siswa ke gedung parlemen RI diharapkan menjadi pengalaman berharga yang menginspirasi mereka untuk terus belajar, berprestasi, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki semangat pengabdian kepada Indonesia.

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!