08
OKTOBER 2026 15:08 WIB
WARTA DESA 19 Kali Dilihat

Ditetapkan 28 Oktober, Sumedang Bersiap Cetak Sejarah Pilkades Digital

Gani

Gani

Pewarta

Ditetapkan 28 Oktober, Sumedang Bersiap Cetak Sejarah Pilkades Digital

Sumedang, Logo - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta seluruh panitia dan jajaran terkait tidak ragu menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara digital pada 28 Oktober 2026. Sebanyak 92 desa di Kabupaten Sumedang akan mengikuti uji coba Pilkades digital secara serentak.

"Kita siap uji coba secara keseluruhan. Sumedang sudah fix 28 Oktober 2026," kata Bupati Dony saat memberikan arahan dalam Rakor Pelaksanaan Pilkades Serentak Secara Digital di Aula Tampomas, PPS Sumedang, Kamis (8/10/2026).

Dikatakan Dony, penerapan Pilkades digital merupakan bagian dari transformasi digital yang terus dilakukan Pemkab Sumedang. Menurutnya, perubahan teknologi harus dihadapi dengan kesiapan, bukan keraguan.

"Teknologi harus kita taklukkan. Dengan cara belajar, berlatih dan membiasakan diri," ungkapnya.

Ia mengakui setiap perubahan biasanya menghadapi tantangan. Namun, pengalaman Sumedang dalam menerapkan digitalisasi pemerintahan desa menjadi modal untuk menjalankan Pilkades digital.

Dony mencontohkan penerapan E-Office Desa yang pada awalnya mendapat resistensi. Seiring waktu, sistem tersebut dapat diterapkan dan menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan desa.

"Awalnya susah, ada resistensi. Tapi sekarang aman, semuanya sudah berjalan," katanya.

Karena itu, Dony meminta seluruh panitia, camat, perangkat daerah, BPD dan pihak terkait tidak langsung bersikap pesimistis ketika menemukan kendala.

"Kalau ada tantangan, jangan di awal berpikir pesimis. Berpikir positif. Insyaallah mampu," tegasnya.

Menurut Dony, penerapan Pilkades digital memiliki makna tersendiri karena desa merupakan salah satu ruang penting dalam praktik demokrasi langsung di Indonesia.

Kini, kata dia, desa kembali menjadi tempat dimulainya inovasi dalam penyelenggaraan demokrasi melalui penggunaan teknologi digital.

"Kita ini sekarang ingin mencoba, dimulai dari desa pula, pemilihan secara elektronik secara masal bisa dilakukan. Kita siap, kita mampu, Insyaallah mampu," ucap Dony.

Dia menyebut Sumedang memiliki pengalaman dalam digitalisasi pelayanan pemerintahan desa. Berbagai layanan administrasi masyarakat telah mulai memanfaatkan teknologi sehingga masyarakat dan aparatur desa semakin terbiasa dengan sistem digital.

"Keuntungannya kecepatan, ketepatan dan sebagainya," ujarnya.

Meski demikian, dia menekankan kesiapan sumber daya manusia tetap menjadi faktor penting. Karena itu, panitia diminta serius mengikuti bimbingan teknis dan simulasi sebelum hari pemungutan suara.

"Jangan persoalan baru ada ketika pemungutan. Lebih baik sekarang ditanyakan, sehingga ada solusinya," katanya.

Kaitan hal tersebut, ia pun meminta seluruh unsur penyelenggara Pilkades bekerja secara solid. Menurutnya, keberhasilan Pilkades digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga koordinasi seluruh pihak.

"Harus saling melengkapi, harus saling menguatkan, bukan saling melemahkan," tuturnya.

Perangkat daerah yang mendapat tugas sebagai liaison officer (LO), camat, panitia desa, BPD dan unsur lainnya diminta menjadi bagian dari solusi apabila menemukan persoalan di lapangan.

Dony juga mengingatkan bahwa panitia memiliki peran penting dalam menentukan proses lahirnya pemimpin desa.

"Sesungguhnya kita akan mencari siapa pun yang amanah, yang bisa melayani rakyatnya, yang bisa membangun desanya. Dan kuncinya ada di kita, panitia," paparnya.

Dirinya menyebutkan bahwa pelaksanaan Pilkades digital di 92 desa akan menjadi pengalaman penting bagi Sumedang. Dia mengajak seluruh pihak melihatnya sebagai momentum untuk menunjukkan kesiapan desa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Kalau tidak ada yang mau memulai, siapa lagi? Kita mulai dari Sumedang," tukas Dony. ***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!