03
APRIL 2026 17:51 WIB
POLITIK 46 Kali Dilihat

DPC PDI-P Kabupaten Sumedang Gelar Halalbihalal, Dikpol dan Rapat Konsolidasi Internal 

Gani

Gani

Pewarta

DPC PDI-P Kabupaten Sumedang Gelar Halalbihalal, Dikpol dan Rapat Konsolidasi Internal 

Sumedang, Dikte.id | Halal bihalal partai PDI-P Kabupaten Sumedang menjadi ajang krusial untuk mempererat silaturahmi, konsolidasi kader, dan pendidikan politik DPD PDI-P Provinsi Jawa Barat. Rapat konsolidasi internal ini juga digabungkan dengan penyerahan dan sosialisasi SK DPP PDIP untuk DPC PDI Perjuangan periode 2025-2030.

Ketua DPC PDI-P Kabupaten Sumedang Asep Ronny Hidayat, S.A.P, dalam pidato sambutannya meneguhkan kebersamaan antar pengurus serta membuka peluang silaturahmi politik antar tokoh, yang digelar di Graha Insun Medal (GIM) Sumedang, Jum'at 3 April 2026.

"Saya ucapkan terima kasih khususnya kepada DPC Partai yang telah melaksanakan kegiatan ini. Yang mana secara simbolis, ada juga pembagian bingkisan bagi 100 orang perwakilan dari warga Sumedang Selatan," ungkapnya. 

Menurutnya, ditengah terpaan, goncangan badai DPC PDIP Kabupaten Sumedang tengah membangun kembali struktural kepengurusan DPC dan PAC, --50 % kepengurusan baru dan 50 % gender-- (sumpah jabatan, 21 Desember 2025). Sesuai instruksi Ranting dan Anak ranting, rencananya keluar SK di bulan Juni 2026. 

"Dari hari ke hari kita terus berevaluasi, yang dulu rapat-rapat diadakan di PAC mulai hari ini turun langsung dengan kerja-kerja politik, antara lain pengobatan gratis, kaderisasi dan lain sebagainya," ujarnya.

"Meski dulu ada pengkhianatan, kini yang hadir adalah sisa-sisa kesetiaan. Dengan kesetiaan terhadap partai, mari kita wujudkan PDI Perjuangan ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Sumedang," tuturnya. 

Sementara terpisah, Junjun Junaya, Bendahara PAC Kecamatan Sumedang Utara, berucap syukur bisa hadir pada ajang mempererat tali persaudaraan antar kader, sekaligus sebagai sarana komunikasi politik dan evaluasi kali ini.

"Selain merajut silaturahmi, momentum halal bihalal ini juga digunakan untuk merefleksikan kembali tugas"suci" kader partai," kata Jujun kepada BR/dikte.id, usai  giat halal bihalal. 

Adapun, tausiyah dan do'a disampaikan Ustad Usep Sulaiman, memaparkan sejarah Halal bihalal tradisi khas Indonesia yang berkembang dari pertemuan silaturahmi pasca-kemerdekaan (1948) untuk meredam konflik politik, atas inisiatif KH Abdul Wahab Chasbullah kepada Presiden Soekarno. ***

TAGS: #pdip

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!