04
MEI 2026 14:43 WIB
PENDIDIKAN 30 Kali Dilihat

FISIP UI Tegaskan Komitmen Tridharma melalui Pengabdian Masyarakat

Asep Awing

Asep Awing

Pewarta

FISIP UI Tegaskan Komitmen Tridharma melalui Pengabdian Masyarakat

BANDUNG, Logo | Departemen Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Workshop Penerapan Teori Sosiologi dalam Penelitian Sosial bagi Guru Sosiologi SMA/MA di Kota Bandung." Kegiatan ini berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 di Kampus UPI, Jl. Dr. Setiabudhi, Bandung.

Workshop dibuka pada 4 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga Agustus 2026. Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik FPIPS UPI, Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si., mengapresiasi kegiatan ini. Ia menekankan bahwa pembelajaran sosiologi tidak hanya berorientasi pada link and match dengan industri, tetapi juga harus selaras dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman teori sosiologi yang komprehensif menjadi penting untuk menganalisis berbagai fenomena sosial.

Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI, Dr. Wilodati, M.Si., turut menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi guru saat ini semakin kompleks. Agar pembelajaran sosiologi tidak bersifat kaku dan deskriptif, guru memerlukan kemampuan analisis yang tajam, di mana teori sosiologi berperan sebagai landasan utama dalam memahami berbagai persoalan sosial.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara tim dosen Departemen Sosiologi FISIP UI, Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI, dan MGMP Sosiologi Kota Bandung. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas guru dalam membimbing penelitian sosial siswa secara lebih teoritis, sistematis, dan aplikatif.

Sekretaris Departemen Sosiologi FISIP UI, Dr. Andi Rahman Alamsyah, M.Si., menjelaskan bahwa workshop ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan kemampuan riset sosial dalam pembelajaran sosiologi di tingkat SMA/MA. Saat ini, siswa tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga mampu mengidentifikasi masalah sosial, merumuskan pertanyaan penelitian, mengumpulkan data, serta menyusun analisis berbasis teori.

"Guru memiliki peran strategis sebagai pendamping agar penelitian sosial siswa tidak berhenti pada deskripsi, tetapi mampu menggunakan teori sosiologi sebagai alat analisis," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan penguatan dalam memilih teori yang relevan, menurunkan teori ke dalam konsep dan indikator, menyusun kerangka teori, serta mengaitkan teori dengan metode, data, dan pembahasan.

Sementara itu, Kaprodi Sarjana Sosiologi FISIP UI, Dr. Sakti Wira Yudha, M.Si., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bertahap melalui pelatihan, workshop, seminar, hingga penyusunan luaran. Materi yang diberikan mencakup penggunaan teori sosiologi sebagai alat analisis, konseptualisasi dan operasionalisasi, penyusunan kerangka teori, analisis data berbasis teori, serta penulisan pembahasan ilmiah.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 guru Sosiologi SMA/MA yang tergabung dalam MGMP Sosiologi Kota Bandung. Dengan pendekatan praktis dan berbasis kebutuhan pembelajaran di sekolah, workshop ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian sosial siswa, terutama dalam membangun argumentasi sosiologis yang tajam dan berbasis data.

Sebagai luaran, kegiatan ini akan menghasilkan modul atau monograf berjudul "Penerapan Teori Sosiologi dalam Penelitian Sosial untuk Guru SMA/MA." Modul tersebut akan memuat materi, contoh, serta template yang dapat digunakan guru dalam mendampingi siswa melakukan penelitian sosial.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, FISIP UI menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas guru. Kerja sama antara FISIP UI, FPIPS UPI, dan MGMP Sosiologi Kota Bandung diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembelajaran sosiologi yang lebih reflektif, kritis, dan relevan dengan dinamika sosial di masyarakat. ***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!