06
NOVEMBER 2026 12:15 WIB
WARTA DESA 22 Kali Dilihat

Galih Hendrawan Pimpin APDESI Merah Putih, Firmansyah Dorong Sinergi Kekuatan Desa Menuju Bandung BEDAS Berkelanjutan

Heri

Heri

Pewarta

Galih Hendrawan Pimpin APDESI Merah Putih, Firmansyah Dorong Sinergi Kekuatan Desa Menuju Bandung BEDAS Berkelanjutan

Bandung, Logo - Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Bandung, Firmansyah Lesmana, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musyawarah Cabang (Muscab) APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung yang berlangsung lancar dan menghasilkan kepemimpinan baru.

Dalam musyawarah cabang VI yang diselenggarakan di gedung Mohammad Toha kabupaten Bandung, Jum'at (6/11/26), H. Galih Hendrawan, S.Ip., M.M., Kepala Desa Tegal Luar, Kecamatan Bojongsoang, terpilih sebagai Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung.

Firmansyah menilai, terpilihnya kepemimpinan baru tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara para kepala desa.

Menurut dia, APDESI tidak hanya berperan sebagai wadah berhimpunnya para kepala desa, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam mendorong kemajuan pemerintahan dan pembangunan desa.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan Galih Hendrawan, APDESI mampu memperluas ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Salah satu mitra strategis yang perlu mendapat perhatian adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebab, BPD merupakan unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan, menampung aspirasi masyarakat, serta membangun tata kelola pemerintahan yang partisipatif.

Firmansyah menegaskan, kepala desa dan BPD semestinya tidak berjalan sendiri-sendiri. Keduanya memiliki peran berbeda, tetapi tujuan yang sama, yakni memastikan penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan baik dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Sudah saatnya seluruh elemen desa memperkuat komunikasi dan membangun kolaborasi. Kepala desa dan BPD merupakan mitra strategis. Perbedaan peran bukan menjadi alasan untuk membangun sekat, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, lembaga desa, serta dukungan pemerintah daerah agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Karena itu, Firmansyah berharap kepemimpinan baru APDESI dapat menghadirkan semangat persatuan, memperkuat sinergi antarkepala desa, serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan BPD dan pemangku kepentingan lainnya.

Baginya, keberhasilan pembangunan desa tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut memberikan manfaat nyata, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan keberlanjutan.

"Harapan kami, APDESI semakin solid dan mampu menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam membangun desa. Mari kita hilangkan sekat-sekat perbedaan dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama," katanya.

Firmansyah optimistis, melalui kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen pemerintahan desa, upaya mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, maju, dan berkelanjutan dapat terus diperkuat. Langkah tersebut sekaligus menjadi kontribusi daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!