07
OKTOBER 2026 08:58 WIB
BANDUNG 6 Kali Dilihat

H. Ali Nurdin Apresiasi Langkah Kang DS, Atas Perhatiannya Kepada Warga Kab. Bandung,  25  Anak Disunat Yayasan Darul Fallah Assalyan

Heri

Heri

Pewarta

H. Ali Nurdin Apresiasi Langkah Kang DS, Atas Perhatiannya Kepada Warga Kab. Bandung,  25  Anak Disunat Yayasan Darul Fallah Assalyan

Bandung, Logo | Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Yayasan Darul Falah Assalyan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar bakti sosial khitanan massal. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Buninagara, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, 7 Oktober 2026, diikuti 25 anak yang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari warga sekitar hingga peserta dari Kecamatan Soreang, Kecamatan Banjaran, bahkan Kabupaten Bandung Barat.

Ketua Yayasan Darul Falah Assalyan, Ustadz Asep Itang, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi dengan Komunitas Asep Sedunia dan PPSI Kabupaten Bandung. Menurutnya, kegiatan sosial ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari ikhtiar yayasan untuk menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat, sekaligus mengisi momentum Maulid Nabi dengan kegiatan yang memiliki nilai sosial dan kemanusiaan.

Ustadz Asep menjelaskan, khitanan massal tersebut telah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan yayasan sejak 2022. Tahun ini menjadi pelaksanaan yang kelima. Konsistensi tersebut, kata dia, menjadi bagian dari komitmen Yayasan Darul Falah Assalyan untuk terus hadir dan memberikan manfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, kegiatan khitanan massal ini sudah kami laksanakan selama lima tahun, mulai dari 2022 sampai sekarang dan tahun ini merupakan kegiatan yang kelima. Kami ingin keberadaan Yayasan Darul Falah Assalyan dapat bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya warga sekitar, tetapi juga bisa meluas ke berbagai daerah," ujar Ustadz Asep.

Ia menegaskan, keberadaan yayasan tidak hanya diharapkan menjadi tempat kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat. Karena itu, melalui kegiatan bakti sosial, pihaknya ingin membangun semangat kepedulian sekaligus memperluas jangkauan kebermanfaatan yayasan tanpa membatasi latar belakang maupun asal daerah para peserta.

Antusiasme masyarakat terlihat dari beragamnya usia peserta. Dari 25 anak yang mengikuti khitanan massal, terdapat peserta yang masih sangat kecil, di antaranya Abdul Syafik Nazaji dari Kampung Bongas yang baru berusia satu tahun. Ada pula Al Barra Dhizan Alvarendra asal Kampung Cibingbin, Desa Cilame, yang berusia sekitar satu setengah tahun.

Ketua Umum PPSI Kabupaten Bandung, H. Ali Nurdin, menyampaikan apresiasi pada Bupati Bandung KDS atas konsistensi terhadap masyarakat Kab. Bandung,  diantaranya Yayasan Darul Falah Assalyan yang dapat menggelar kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, khitanan massal tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada anak-anak dan keluarganya, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang patut terus dikembangkan.

"Saya sangat mengapresiasi Ustadz Asep Itang dan Yayasan Darul Falah Assalyan yang telah menyelenggarakan kegiatan khitanan massal ini. Mudah-mudahan kegiatan yang mulia ini mendapatkan keberkahan dan ridha dari Allah SWT serta dapat terus dilaksanakan dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," kata H. Ali.

H. Ali juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana. Di antaranya Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, BKAD Kabupaten Bandung, Inspektorat Kabupaten Bandung, Bapenda Kabupaten Bandung, DPMD Kabupaten Bandung, serta DPUTR Kabupaten Bandung. Menurutnya, kolaborasi antara yayasan, organisasi, komunitas, pemerintah dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadirkan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat.

Lebih dari sekadar kegiatan khitanan massal, bakti sosial tersebut menjadi wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian kepada sesama dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. H. Ali berharap semangat kebersamaan tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan sosial yang memberikan manfaat lebih luas. "Kebaikan itu tidak pernah menjadi kecil ketika dilakukan dengan ketulusan. Apa yang kita berikan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi mereka yang menerima bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti. Mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya menjadi sebuah acara, tetapi menjadi amal yang membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, dan manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat," pungkas H. Ali.*

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!