Bandung,
-- Bursa pemilihan Ketua DPD APDESI Kabupaten Bandung menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan merumuskan arah kemajuan desa. H. Galih Hendrawan, S.IP., MM., sebagai bakal calon ketua, mengusung misi mempererat sinergi antarkepala desa serta membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, khususnya Pemerintah Kabupaten Bandung, dan seluruh pemangku kepentingan.
Bagi Galih, kemajuan desa membutuhkan kebersamaan dan komunikasi yang kuat. "Desa tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus menyatukan langkah, memperkuat sinergi, dan membangun kerja sama agar setiap persoalan dapat dicarikan solusi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya, Senin (26/10/26).
Ia berharap APDESI menjadi rumah bersama bagi seluruh kepala desa, tempat menyatukan aspirasi, bertukar gagasan, dan memperjuangkan kepentingan desa. "APDESI bukan sekadar organisasi, tetapi wadah pemersatu. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi harus tetap satu tujuan, memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Sinergi juga perlu diperkuat dengan pemerintah daerah, unsur legislatif, pemangku kepentingan, serta Aparat Penegak Hukum (APH), sesuai tugas dan kewenangannya. Komunikasi yang terbuka dan kepatuhan terhadap aturan menjadi landasan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan bertanggung jawab.
Menurut gagasan Galih, keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, dan kesejahteraan warga. "Ukuran kemajuan desa adalah manfaat yang dirasakan masyarakat. Pelayanan harus semakin baik, potensi desa harus berkembang, dan masyarakat harus memiliki kehidupan yang lebih sejahtera."
Karena itu, APDESI diharapkan mampu menerjemahkan kebersamaan menjadi kerja nyata melalui koordinasi, penguatan kapasitas kepala desa, dan perjuangan aspirasi yang berkelanjutan. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar menyampaikan harapan.
Menurutnya, kepemimpinan merupakan amanah untuk merangkul, mendengar, dan memperjuangkan kepentingan bersama. Bursa pemilihan ini diharapkan menjadi ruang adu gagasan yang sehat demi membangun APDESI Kabupaten Bandung yang solid, terbuka, dan berorientasi pada kemajuan desa, tegas Galih.
Galih menegaskan pentingnya menjadikan persatuan sebagai kekuatan dan pengabdian sebagai landasan perjuangan.
"Bagi saya, jabatan adalah amanah, organisasi adalah sarana pengabdian, dan kesejahteraan masyarakat adalah tujuan utama. Mari kita satukan langkah, kuatkan kebersamaan, dan bangun desa dengan kerja nyata. Kita bukan berjuang untuk kepentingan satu orang, melainkan untuk masa depan desa dan masyarakat Kabupaten Bandung. Sebab, keberhasilan sejati bukan diukur dari jabatan yang kita duduki, tetapi dari manfaat yang kita hadirkan," pungkasnya. ***