30
APRIL 2026 09:12 WIB
REGIONAL 9 Kali Dilihat

Launching Bantuan Sarpras Komoditas Tembakau Digelar di Kampung Bako

Gani

Gani

Pewarta

Launching Bantuan Sarpras Komoditas Tembakau Digelar di Kampung Bako

Sumedang, Logo | Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila menyerahkan bantuan sarana dan Prasarana pendukung usaha tani,  bertempat di Kelompok Tani Mandiri Dusun Cibogo Desa Sukasari, Kamis 30 April 2026.

Bantuan berupa Pupuk, Benih, Cultivator, Alat Perajang Tembakau dan Rumah Pengering Tembakau ini diserahkan Wakil Bupati Sumedang kepada beberapa Kelompok Tani di Dua Kecamatan yakni Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Sukasari.

Bantuan tersebut, diberikan sebagai bentuk Komitmen Pemkab Sumedang sebagai upaya meningkatkan kualitas hasil panen dan efisiensi produksi dalam meningkatkan kesejahteraan para petani tembakau.

Dalam arahannya, Fajar Aldila menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya petani tembakau.

Hal ini, sejalan dengan tema pembangunan Sumedang tahun 2026 yakni "Membumi: Kadeuleu, Karampa, Karasa" harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Sumedang.

"Saya ingin petani di Sumedang makmur. Ketika petani sudah sejahtera, itu akan menjadi stimulus bagi generasi muda untuk ikut terjun ke sektor pertanian," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi petani melalui pendekatan modern, seperti smart farming dan pemanfaatan teknologi digital.

"Kita harus dorong petani milenial. Jangan sampai anak muda hanya terpaku pada gadget tanpa produktivitas. Pertanian itu menjanjikan jika dikelola dengan baik," tambahnya.

Lebih jauh, Wabup memiliki visi besar untuk menjadikan tembakau Sumedang sebagai produk unggulan berkelas nasional hingga internasional. Ia mencontohkan bagaimana komoditas seperti tembakau mole dan tembakau hitam memiliki potensi besar untuk dipasarkan lebih luas.

"Saya punya mimpi, ketika orang mendengar Sumedang, bukan hanya tahu tahu Cilembu, tapi juga tahu bahwa kita punya pasar tembakau yang kuat dan berkualitas," kata Fajar.

Plt. Camat Sukasari Mirsana menyampaikan bahwa wilayahnya dikenal sebagai salah satu sentra tembakau unggulan di Sumedang. Bahkan, Desa Sukasari kini tengah dikembangkan sebagai agrowisata "Kampung Bako", yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga edukasi dan wisata berbasis pertanian.

"Mayoritas masyarakat kami adalah petani, baik tembakau maupun hortikultura. Komoditas tembakau dari Sukasari telah dipasarkan hingga ke berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Jawa Barat," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Tono Suhartono, menyebutkan bahwa sektor tembakau merupakan salah satu komoditas strategis yang terus didorong pengembangannya.

Menurutnya, harga tembakau saat ini mulai menunjukkan tren positif, bahkan mencapai Rp60 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Untuk menjaga stabilitas dan kualitas, pemerintah terus menghadirkan inovasi seperti pembangunan UV dryer (alat pengering modern) serta penguatan sistem resi gudang.

"Sumedang menjadi salah satu daerah yang memiliki pasar tembakau yang terstruktur. Bahkan, kita sudah mulai merintis ekspor. Ini harus kita jaga dan kembangkan bersama," pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!