08
APRIL 2026 12:31 WIB
POLITIK 45 Kali Dilihat

Lonjakan Kursi PKB Bukan Kebetulan, Kang DS Menyebut Itu Perjuangan Seluruh Kader 

Heri

Heri

Pewarta

Lonjakan Kursi PKB Bukan Kebetulan, Kang DS Menyebut Itu Perjuangan Seluruh Kader 

Bandung, Dikte.id - Musyawarah Cabang (Muskab) PKB Kabupaten Bandung yang digelar di Grand Sunshine Resort & Convention, menjadi panggung penegasan kekuatan politik PKB sekaligus konsolidasi menuju arah kekuasaan yang lebih solid di Kabupaten Bandung.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung sekaligus Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyebut lonjakan kursi PKB bukan kebetulan, melainkan hasil kerja keras terstruktur seluruh kader dan relawan.

"Dari 6 kursi di 2019 menjadi 12 kursi di 2024, dengan lonjakan suara dari 174 ribu menjadi 447 ribu. Ini bukan angka biasa, ini kerja nyata," tegasnya. Rabu (8/4/2026),

Disampaikan Dadang Ia mengucapkan terima kasih kepada partai koalisi seperti Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Solidaritas Indonesia, Partai NasDem, dan Partai Buruh, yang turut mengawal kemenangan politik di Kabupaten Bandung.

Selain itu, kehadiran unsur OKP, Komite Nasional Pemuda Indonesia, Karang Taruna, hingga relawan akar rumput disebut sebagai tulang punggung kemenangan.

"Kalau tidak ada pejuang di lapangan, tidak mungkin kita berdiri di posisi hari ini," ucapnya.

Dadang juga menyinggung peran sentral Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta mentor politiknya, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang menurutnya menjadi arsitek konsolidasi partai sejak 2021.

"Saya hanya melanjutkan estafet. Fondasinya sudah dibangun kuat oleh Kang Haji Cucun, dan kita sempurnakan bersama," tuturnya.

Tidak hanya bicara angka, Dadang menegaskan kemenangan PKB berbanding lurus dengan legitimasi pemerintahan. Hal itu dibuktikan dengan kemenangan Pilkada 2024 bersama Wakil Bupati Ali Syakieb yang kembali dipercaya memimpin periode 2025-2031.

"Ini mandat rakyat. Maka politik kita harus berbuah kebijakan yang dirasakan langsung," katanya.

Disamping itu, Dadang menekankan bahwa PKB tidak boleh terjebak dalam politik lima tahunan. Ia menyebut, kekuatan partai harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Salah satunya melalui distribusi ambulans di 31 kecamatan yang telah disalurkan menjelang Idulfitri.

"Ini bukti PKB hadir, bukan hanya saat pemilu. Kita hadir saat masyarakat butuh," tegasnya lagi.

Lebih jauh, ia mengungkap program strategis lainnya, yakni pemberian insentif bagi 19 ribu guru ngaji dengan total anggaran sekitar Rp109 miliar per tahun.

"Ini bukan sekadar program, ini keberpihakan. Kita akan perkuat dengan perda karena pesantren adalah fondasi moral masyarakat," imbuhnya.

Kendati demikian, Dadang mengingatkan seluruh kader agar tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan bahwa kemenangan besar justru menjadi ujian konsistensi.

"Jangan besar saat menang saja, tapi kecil saat bekerja. PKB harus tetap rendah hati, tapi kuat dalam aksi," tukasnya.

Ia juga menyebut, kolaborasi politik yang telah terbangun harus dijaga, bukan hanya untuk kepentingan kekuasaan, tetapi untuk pembangunan Kabupaten Bandung yang berkelanjutan.

"Keberhasilan ini bukan milik saya atau Kang Cucun, tapi milik seluruh kader dan rakyat. Dan ke depan, kita harus lebih kuat, lebih solid, dan lebih bermanfaat," pungkasnya.

(Hamdan&Heri)

TAGS: #pkb #kang ds

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!