BANDUNG BARAT,
| Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), menggelar pelatihan budidaya kopi guna meningkatkan keterampilan teknis petani dan pelaku usaha pertanian. Pelatihan ini menghadirkan pendekatan ilmiah yang terstruktur, khususnya dalam pengelolaan lahan sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya kopi.
Kegiatan dipandu oleh instruktur ahli, I Nyoman Didi Harizena, S.P., M.Si., dengan dukungan dua mahasiswi Program Studi Agroteknologi Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), yakni Afiyah Adeliano asal Kota Depok dan Damar Jalito Thahirah asal Bukittinggi, Sumatera Barat. Selama PKL, keduanya berfokus pada bidang ilmu tanah, khususnya fisika tanah.
Materi yang disampaikan meliputi berbagai aspek sifat fisik tanah, seperti tekstur, struktur, porositas, daya serap air, sirkulasi udara, hingga kedalaman lapisan tanah. Seluruh materi tersebut dinilai penting karena berpengaruh terhadap kesesuaian lahan, perkembangan akar, serta produktivitas dan kualitas biji kopi.
Salah seorang peserta, Oky Nugraha Sosrowiryo, Sekretaris Jenderal Laskar Prabowo 08 DPC Garut, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
"Selama ini kami hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun dalam mengelola kebun tanpa memahami dasar ilmiahnya. Penjelasan mengenai fisika tanah yang disampaikan kedua mahasiswi UNPAD ini sangat terperinci dan mudah dipahami. Kami jadi mengerti mengapa tanah yang gembur, memiliki pori-pori yang cukup, serta drainase yang baik sangat menentukan kesuburan tanaman kopi. Pengetahuan ini benar-benar membuka wawasan baru dan bisa langsung kami terapkan untuk memperbaiki pengelolaan lahan di kebun masing-masing," ujarnya.
Instruktur pelatihan, I Nyoman Didi Harizena, mengatakan kolaborasi antara BPVP Bandung Barat dan mahasiswa UNPAD menjadi jembatan antara teori akademik dengan praktik di lapangan.
"Fisika tanah merupakan dasar budidaya yang sering terabaikan. Kehadiran Afiyah dan Damar sangat membantu menjelaskan konsep-konsep teknis dengan bahasa yang mudah dipahami peserta. Mereka juga memperagakan cara mengamati dan mengukur sifat fisik tanah secara sederhana namun akurat, sehingga petani dapat menilai sendiri kondisi lahannya," jelasnya.
Afiyah Adeliano menjelaskan bahwa selama menjalani PKL dirinya bersama Damar mendapat tugas untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya fisika tanah dalam budidaya kopi.
"Konsentrasi kami di sini adalah ilmu tanah dengan fokus utama pada fisika tanah. Kami menjelaskan cara mengenali tekstur dan struktur tanah, serta mengetahui kemampuan tanah menampung air dan sistem drainasenya. Semua itu menjadi syarat penting agar akar kopi berkembang optimal dan mampu menyerap unsur hara secara maksimal," katanya.
Sementara itu, Damar Jalito Thahirah menambahkan bahwa pemahaman terhadap kondisi fisik tanah akan membantu petani mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola lahan.
"Tanah bukan sekadar tempat menanam. Melalui pemahaman fisika tanah, petani dapat menentukan teknik pengolahan tanah yang tepat, waktu penyiraman yang sesuai, serta menghindari kerusakan struktur tanah akibat pengelolaan yang kurang tepat. Harapan kami, ilmu ini dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi secara berkelanjutan," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Melalui pelatihan ini, BPVP Bandung Barat berharap peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis dalam budidaya kopi, tetapi juga memahami dasar-dasar ilmiah pengelolaan lahan. Dengan demikian, praktik budidaya kopi dapat dilakukan secara lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan. ***