12
MEI 2026 09:54 WIB
REGIONAL 55 Kali Dilihat

Pembangunan Gedung KDMP Citimun Tuntas, Warga Gelar Tasyakuran 

Gani

Gani

Pewarta

Pembangunan Gedung KDMP Citimun Tuntas, Warga Gelar Tasyakuran 

Sumedang, Logo | Sebagai agregator ekonomi desa, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dibangun guna modernisasi tata niaga desa, meningkatkan daya saing petani dan menciptakan lapangan kerja baru. Pada umumnya, KDMP mengelola gerai sembako, outlet LPG, unit simpan pinjam, klinik, apotek, dan sarana logistik.

"Giat ini dalam rangka tasyakur, menunjukkan bahwa pembangunan KDMP Citimun telah selesai seratus persen," ungkap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP), H. Ayuh Hidayat, S.IP, kepada BR/Logo, saat hadir dalam acara syukuran KDMP Citimun, Cimalaka, Selasa 12 Mei 2026. 

"Ini rasa syukur warga dan Pemdes Citimun. Mudah-mudahan menjadi spirit buat warga masyarakat untuk lebih peduli, memperhatikan lagi, dan lebih terinspirasi untuk masuk menjadi anggota KDMP," tuturnya didampingi Kades, Forkopimcam Cimalaka beserta Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto S.I.P., M.Han.

Menurutnya, pemerintah menargetkan pembangunan 10.000 hingga 30.000 unit KDMP beroperasi penuh pada April-Juni 2026. Dimana sesuai target nasional, dari 277 desa/kelurahan se-kabupaten Sumedang tercatat sebanyak 90 unit KDMP yang telah selesai dibangun. 

"Kita selalu melakukan pembinaan dan support. Insya Allah, targetnya hingga 16 Mei 2026 menyesuaikan jadwal tingkat pusat. Nanti menyusul ada beberapa KDMP yang mau beres dibangun, sekarang rata-rata di atas 70% hingga 90%-an," terang dia.

Sisi lain, sebutnya, pembangunan KDMP menghadapi kendala utama berupa keterbatasan luas standar yang disarankan, yakni seluas 1000 meter persegi untuk lokasi fisik dan kebijakan relaksasi di beberapa daerah diperbolehkan sekitar 600 meter persegi.

"Pada prinsipnya, selain luasan lahan sesuai standar, lokasi pembangunan KDMP juga idealnya harus strategis. Pemilihan lokasi ini, guna memaksimalkan fungsi gedung sebagai pusat distribusi sembako, gudang logistik, dan lebih berkembang sebagai layanan ekonomi warga," kata H. Ayuh.

Hal senada, diungkapkan Kepala Desa Citimun, Dadan, A.Md, bahwa pembangunan KDMP ini menandai langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat struktur ekonomi dari tingkat desa. Satuan tugas pendampingan juga dibentuk untuk memastikan operasional koperasi berjalan maksimal.

"Alhamdulillah, sudah sepantasnya hari ini kami bersama masyarakat menggelar syukuran, dimana selama pelaksanaan pembangunan KDMP Citimun tidak ada halangan apa pun, tinggal menunggu beroperasi," ujarnya.

Dadan menjelaskan, perjalanan pembangunan KDMP berjalan lancar, dimulai dari Musdesus untuk legalitas, berlanjut ke perencanaan desain (gerai/gudang), lalu persiapan lahan dan penataan lokasi. Untuk pembangunan fisiknya didukung kerja bhakti partisipasi masyarakat, hingga ditargetkan selesai dalam 111 hari kerja. 

"Semoga harapan tersebut terwujud, berkembang berjalan pesat dan maju terus sebagai pusat kegiatan ekonomi multifungsi untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan anggota serta masyarakat sekitar," harapnya pula. 

Eni (56), salah seorang tokoh masyarakat, berucap terima kasih dan menyambut antusias program KDMP yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. 

"Saya dan banyak warga, yang menyampaikan terima kasih karena program ini dianggap memberikan solusi konkret bagi ekonomi pedesaan," tandasnya. 

Ia pun berharap, KDMP didesain sebagai pusat distribusi barang (distributor) hingga belanja bisa lebih murah dan membantu usaha-usaha lokal, mulai diwujudkan melalui akselerasi program ini di tahun 2026. 

"Pengenya belanja di KDMP lebih murah dari Alfamart, bisa memangkas rantai pasok panjang, sehingga harga kebutuhan pokok, pupuk, dan bahan baku UMKM menjadi lebih kompetitif bagi anggota sehingga dapat membantu rakyat kecil dan usaha-usahanya," jelasnya. 

"Terima kasih juga kepada Bapak Haji Prabowo Subianto atas program KDMP ini. Semoga dapat bermanfaat bagi rakyat kecil, menjadi motor penggerak ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong kemandirian ekonomi desa melalui koperasi yang dikelola langsung oleh masyarakat," ditambahkan Eni. ***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!