30
MARET 2026 02:28 WIB
WAKIL RAKYAT 7 Kali Dilihat

Saeful Bachri Dorong Pelestarian Pencak Silat Lewat Program Dewan Menyapa

Gugum

Gugum

Pewarta

Saeful Bachri Dorong Pelestarian Pencak Silat Lewat Program Dewan Menyapa

Bandung, Dikte.id - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Saeful Bachri, mendorong pelestarian budaya pencak silat sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah. Ia menekankan pentingnya memperkenalkan seni tradisional tersebut kepada anak-anak dan remaja agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan "Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya" yang digelar di Taman Komplek Griya Prima Asri (GPA), RW 13, Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (29/3/2026).

Saeful Bachri yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat serta Ketua Harian Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menuturkan, dirinya aktif terlibat dalam pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif tentang Pemajuan Kebudayaan di DPRD Jawa Barat. Raperda tersebut bertujuan melindungi benda budaya sekaligus para pelaku seni dan budayanya.

"Karena momennya masih di awal bulan Syawal, kegiatan Dewan Menyapa ini kami kolaborasikan dengan halal bihalal dan silaturahmi bersama warga Komplek GPA. Selain pertunjukan seni pencak silat, juga diisi kajian tausiah yang disampaikan KH Ubaydillah Al Bisyri, pimpinan Ponpes Salafiyah Roudlatul Ulum," ujar Saeful.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung. "Kami mengucapkan selamat berlebaran, mohon maaf lahir dan batin," imbuhnya.

Lebih lanjut, Saeful menjelaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana untuk mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat melalui dialog yang hangat dan terbuka.

Menurutnya, pelestarian kesenian tradisional merupakan bentuk nyata dukungan DPRD terhadap Raperda Pemajuan Kebudayaan guna menjaga warisan lokal di tengah tantangan globalisasi.

Ia berharap program "Dewan Menyapa" dapat menjadi langkah awal kolaborasi antara desa wisata dan pelaku budaya. "Kami mendorong pengelola desa wisata untuk bekerja sama dengan para pelaku seni, sehingga mampu menciptakan daya tarik wisata yang kuat dan inovatif," pungkasnya. ***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!