Bandung, Dikte.id | Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar, Asep Yusuf Salim, S.Pd.I, kembali melaksanakan kegiatan reses hari kedua dengan menghadiri pertemuan bersama para guru yang tergabung dalam Kelompok PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan).
Kegiatan reses tersebut diikuti oleh pengurus PGRI Kecamatan Banjaran dan berlangsung di Aula Al-Barkah, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Senin (23/02/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban. Para guru menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, serta tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan, khususnya terkait nasib guru honorer, guru PJOK, dan guru paruh waktu.
Dalam kesempatan tersebut, Asep Yusuf Salim mendengarkan langsung keluhan para guru yang masih berjuang di lapangan. Ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru honorer yang telah lama mengabdikan diri di bidang pendidikan.
"Guru honorer adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka berjuang demi pendidikan anak-anak kita. Kita harus memperjuangkan hak-hak mereka," ujar Asep.
Ia berjanji akan memperjuangkan aspirasi para guru di tingkat kabupaten, terutama terkait peningkatan status dan kesejahteraan. Menurutnya, persoalan guru paruh waktu yang saat ini menjadi polemik perlu segera dicarikan solusi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.
Asep menambahkan bahwa dirinya memahami kondisi para guru karena memiliki latar belakang sebagai pendidik.
"Notabene mereka adalah teman-teman seperjuangan, karena saya berangkat dari guru. Mereka menyampaikan keluh kesah terkait video viral dan kebijakan paruh waktu yang saat ini menjadi polemik yang tidak bisa dihindari. Tentunya saya selaku wakil rakyat menerima aspirasi mereka dan harus ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Bandung," terangnya.
Ia juga menyampaikan bahwa telah ada konfirmasi mengenai audiensi antara Bupati dan Ketua DPRD dengan Forum Guru. Namun demikian, ia menilai perlu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban.
"Ini harus seimbang antara hak dan kewajiban. Di satu sisi guru menuntut haknya, di sisi lain ada beban yang juga harus ditingkatkan. Jangan sampai kita terlalu sibuk memikirkan pendapatan dan persoalan administrasi, sementara tugas utama mendidik anak menjadi terabaikan. Saya hanya memberikan pemahaman dari sudut pandang saya yang pernah menjadi guru dan kini menjadi anggota dewan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa masukan dari para guru akan menjadi bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebijakan dan program yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku di lembaga legislatif.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi terbuka dan dokumentasi bersama. Para peserta berharap hasil pertemuan tersebut dapat membawa dampak positif dan nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bandung ke depan.***