| Budayawan dan Pemerhati Kesejarahan & Budaya, pertanyakan Garut kepanitia tidak masuk Dalam acara Milangkala Tatar Sunda dengan tema Nyuhun Buhun Nata Nagara, serangkaian kegiatan menarik akan tersaji di Jawa Barat sepanjang bulan Mei 2026 ini.
Dari beberapa agenda, kirab budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda yang paling dinantikan oleh berbagai lapisan masyarakat adalah perjalanan bertajuk 'Napak Tilas Padjajaran' yang akan diawali di Keraton Sumedang Larang, Kabupaten Sumedang, Sabtu 2 Mei 2026.
Selanjutnya agenda dilanjutkan dengan menyusuri jejak kejayaan Tatar Sunda ke beberapa titik yakni Kabupaten Ciamis (3 Mei), Kabupaten Tasikmalaya (4 Mei), Kabupaten Cianjur (5 Mei), Kota Bogor (6 Mei), Kota Depok (8 Mei), Kabupaten Karawang (9 Mei), Kota Cirebon (10 Mei), dan berakhir di Kota Bandung (16-17 Mei).
Nantinya puncak acara akan dimeriahkan dengan kemegahan pertunjukan seni budaya kolosal yang merefleksikan nilai sejarah, leluhur, dan peradaban Sunda Padjajaran. Acara tersebut bakal digelar di Pelataran Parkir Barat Gedung Sate dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, komunitas budaya, sejarawan, tokoh adat, Forkopimda, hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Wakil Gubernur Erwan Setiawan.
Sebagai pemerhati kesejarahan dan budaya sekaligus mewakili masyarakat Garut saya merasa kaget dan heran, kenapa pihak panitia Milangkala Tatar Sunda dari Pemprov Jabar tersebut tidak memilih Garut sebagai daerah Napak Tilas Pajajaran. Padahal dalam sejarah dengan terang benderang tercatat bahwa paska buraknya kerajaan pakuan Pajajaran penyelamatan Mahkota Binokasih sebelum diserahkan ke Kerajaan Sumedang Larang dalam perjalanannya sempat singgah (diamankan) terlebih dahulu di Kerajaan Limbangan (Garut) lewat jalur Pantai Selatan untuk menghindari kejaran pasukan Banten kala itu (tahun 1579 masehi).
Dengan tidak disebutnya Garut dalam rangkaian Napak Tilas Pajajaran maka Milangkala Tatar Sunda seperti ada yang kurang bahkan seperti ada yang hilang. Semoga masukan ini bisa sampai kepada pihak panitia dan tentunya kepada Gubernur Jawa Barat tentunya.
Rahayu
Kang Oos Supyadin SE MM
* Pemerhati Kesejarahan & Budaya
* Dewan Adat Kabupaten Garut (DAKG)
* Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat